Print
Hits: 1786

Setelah dilanda hujan deras dan angin puting beliung,  beberapa daerah mengalami tanah longsor, yang mengakibatkan puluhan pohon berusia ratusan tahun di dusun Talun Nongko, tumbang. Akarnya yang tercerabut dari tebing dan gunung oleh kekuatan tanah longsor tampak seperti jari-jari pucat. Untuk menggantikan pohon-pohon itu, warga sekitar menanam bambu.

Mengapa bambu? Karena bambu perakarannya kuat. Ditambah lagi, daya simpan air dan daya produksi oksigennya tinggi. Tiap malam bambu mampu menyimpan 8,000 liter air per rumpun dan 60,000 ton oksigen per hektar per tahunnya. Belum lagi nilai jualnya yang tinggi. Jika diolah menjadi tripleks, maka tripleks itu tahan hingga 100 tahun, tidak seperti tripleks dari kayu turi atau kayu lainnya yang sering kita jumpai di toko bahan bangunan.

 

Di Jepang dan China, orang-orang memasak daging menggunakan bambu sebagai wadahnya atau dimasukkan bersama bahan lain untuk menurunkan kadar kolesterol. Di masa lalu, leluhur kita menggunakan bambu sebagai tiang dan dinding bangunan yang bisa kita saksikan sendiri bangunan seperti itu tahan lebih dari seratus tahun. Beberapa penyakit juga dapat disembuhkan dengan air rebusan bambu. Pendek kata, banyak sekali manfaat bambu bagi kita semua.

Sayangnya, jumlah rumpun bambu semakin lama semakin berkurang. Bisa jadi karena kita suka makan sayur rebungnya, hingga tunas bambu tak sempat tumbuh. Bisa juga karena harga satu rumpun bambu yang cukup menggiurkan. Apa pun sebabnya, alangkah baiknya jika kita melestarikan tanaman bambu dari sekarang.(JR).