Selama ini teman-teman Dewan Guru memasukkan nilai hasil Ulangan harian, semester atau nilai yang lain melalui folder yang di share atau menyampaikan langsung suatu flashdisk ke bagian kurikulum. Pernah dilakukan pelatihan atau semacam sosialisasi untuk entri nilai basis web supaya nilai tersebut bisa langsung masuk di server Paket Aplikasi Sekolah
dengan menggunakan modul web gratis yang disediakan oleh mas Zee (hehe entah siapa nama aslinya) http://pas-zee.blogspot.com/ saya ucapkan terimakasih kepada beliau karena banyak dari modul-modul gratisnya yang kami gunakan. sayangnya teman-teman lebih suka mengerjakan dalam format file xls yang kemudian di simpan di folder share yang telah disediakan. Secanggih apapun suatu software apabila kurang mendapat dukungan dari warga sekolah semuanya akan sia-sia. akhirnya kembali ke basic yaitu memanfaatkan pengetahuan dan teknologi yang ada dengan berbagi folder ke seluruh jaringan yg ada (sharing folder).
terakhir kali semester genap pada tahun 2010 sharing folder telah dibuat dalam bentuk koneksi client server ke suatu domain yang telah disiapkan (roaming profile). setiap user yang login dan menyimpan data pada mydocuments masing2 seakan-akan mengakses folder lokal, padahal file yang tersimpan di mydocuments user tersebut sama dengan tersimpan di server.
Kendalanya adalah login client memakan waktu yang sangat lama dan komputer server benar-benar terbebani, selain itu di desktop client banyak terdapat nama nama user yang pernah login sehingga membuat bingung user yang awam untuk login
sekarang kami coba untuk menggunakan cara lama yaitu cukup koneksi secara workgroup namun kami tambah akses secara FTP atau Online internet.
Alhamdulillah folder masing-masing guru yang tadinya hanya bisa di akses dari LAN /intranet menggunakan protokol Netbios kini sudah dapat diakses dari internet menggunakan protokol FTP tersebut.
Sebenarnya ini bukan suatu hal yang luar biasa karena sebelumnya telah dilakukan hal yang sama. Namun perbedaannya sekarang adalah system operasi dan software yang digunakan berbeda. Sebelumya menggunakan kombinasi beberapa mesin seperti linux ubuntu server 9.10, XP dan win server2003 dengan sharing folder standart untuk akses folder lokal dan menambahkan aplikasi Filezilla Server (xp/win2003) atau Vftpd (linux) untuk akses folder dari internet, itupun mengunakan banyak port untuk sebuah protokol http atau ftp. Misalnya untuk http saja bisa membuka minimal 2 port yaitu 80 dan 8080 belum lagi protokol yang lain sehingga sy kehabisan slot di modem :).
Kali ini sistem operasi yang digunakan adalah Linux Ubuntu Server 10.04 LTS (Lucid Lynx) dengan mengaktifkan DNS, samba, FTP, paket web, bahkan email. dengan demikian http cukup sebuah port 80 saja yang diaktikan untuk beberapa domain atau bahkan puluhan domain.
Rasa syukur Alhamdulillah akhirnya kini berkenalan kembali dengan samba yang kedua kali setelah meninggalkan samba pada system mandrake di th. 2003 dan tak luput kami ucapkan banyak terimakasih kepada pihak sekolah yang dengan tidak sengaja memaksa kami untuk mengikuti workshop dan perkuliahan linux gratis di Google University setiap hari 24 jam tiada henti :) sehingga dapat memahami sistem DNS dan virtual host dengan lebih baik.













Comments
RSS feed for comments to this post.